Kasus Kapal Karam Bawa Timah Berujung Penangkapan Kolektor Besar: Warga Desak Aparat Bongkar Keterlibatan ‘Bos-bos’ Lain di Mentok

by -31 views

BANGKA BARAT) — Upaya penyelundupan timah dalam jumlah besar kembali terbongkar di wilayah Kabupaten Bangka Barat. Seorang kolektor timah berinisial Ahn, yang selama ini disebut-sebut sebagai pemain kuat dalam bisnis timah ilegal di Mentok, akhirnya ditangkap Satgas Halilintar bersama barang bukti 7 ton timah pasir kering. Penangkapan ini menjadi kelanjutan dari insiden kapal kayu bermuatan puluhan ton timah yang tenggelam setelah menabrak karang dan dihantam badai beberapa minggu lalu. Jum’at (12/12/2025)

Kejadian itu sempat menggegerkan warga Sukai dan Keraji, Desa Mayang, Kecamatan Teritip. Kapal berkapasitas besar yang diduga membawa muatan timah ilegal tersebut ditemukan dalam kondisi hangus terbakar dan ditenggelamkan secara sengaja untuk menghilangkan jejak.

“Kalau saya lihat kapalnya memang sudah dibakar dan ditenggelamkan. Itu jelas untuk menutupi barang bukti. Timahnya sudah dibawa lagi ke gudang,” ujar Apin, seorang nelayan Mayang, Kamis (11/12/2025).

Menurut Apin, peristiwa itu terjadi sekitar akhir November 2025. Saat itu, kapal yang membawa pasir timah dikabarkan hendak menuju perairan luar negeri sebelum dihantam badai di sekitar setengah mil dari perairan Bendul.

“Mereka niat nyelundup, tapi kena badai. Sudah banyak masyarakat yang tahu kejadian itu,” tambahnya.

Jaringan Penyundup Diduga Libatkan Bos-Bos Timah Mentok
Selain Ahn, warga juga menyebut adanya keterlibatan kolektor lain, seperti Aj, yang selama ini dikenal sebagai pemain timah di wilayah Mentok.

“Bos-bos itu banyak, bukan Ahn saja. Tapi jaringan Ahn memang paling kuat. Dia punya timah itu banyak sekali, orang Mentok semua tahu,” kata Apin.

Informasi senada juga disampaikan oleh ErW, warga lainnya, yang mengaku ikut terlibat saat proses pencarian kru kapal yang sempat dilaporkan hilang.

“Satu dari lima ABK hilang semalaman setelah kapal dihantam badai. Besok paginya baru ditemukan dalam keadaan selamat,” ujarnya.

ErW mengatakan bahwa setelah kapal tenggelam, warga sempat diminta membantu mengangkut timah kembali ke darat.

“Kami bantu angkut juga. Berat, dan sempat mobil truknya nyalep (terperosok) waktu mau bawa pulang timah itu,” jelasnya.

Satgas Halilintar Gerak Cepat, Ahn Ditangkap
Setelah beberapa pekan penyelidikan, Satgas Halilintar akhirnya mengamankan Ahn pada Rabu (10/12/2025). Penangkapan dilakukan setelah tim memperoleh cukup bukti terkait keterlibatan Ahn dalam operasi penyelundupan timah menggunakan kapal kayu tersebut.

“Ahn sudah diamankan kemarin oleh Satgas Halilintar. Barang bukti 7 ton timah ikut disita dari gudangnya,” ungkap AF (38), warga Mentok yang mengetahui proses penangkapan tersebut.

AF menegaskan bahwa informasi mengenai aktivitas penyelundupan yang dilakukan Ahn sudah lama beredar di masyarakat. Namun baru kali ini aparat berhasil menangkapnya bersama bukti kuat.

“Semua orang sudah tahu siapa dalangnya. Ini tinggal nunggu bukti fisik saja, dan sekarang bukti itu sudah ada,” kata AF.

AF mengaku sedang berusaha mengumpulkan foto-foto saat penyelundupan dan penggerebekan gudang timah tersebut.

“Nanti saya kirim fotonya kalau sudah ketemu. Banyak warga juga punya dokumentasinya,” ujarnya.

Kronologi Kapal Tenggelam: Modus Lama, Resiko Tinggi
Peristiwa tenggelamnya kapal penyelundup menjadi titik awal terbongkarnya jaringan Ahn. Kapal diduga berangkat dari wilayah Rambat–Mayang pada malam hari, memanfaatkan gelap untuk menghindari patroli laut. Namun cuaca buruk membuat rencana mereka berantakan.

Kapal menghantam karang, lalu diterjang badai. Diduga kuat para pelaku yang berada di kapal segera mengevakuasi muatan timah sebelum berusaha membakar kapal dan menenggelamkannya.

Kalau mau menghilangkan jejak, ya begitu caranya. Kapal dibakar, tenggelam, barang dibawa pulang lagi,” jelas seorang nelayan yang ikut melihat kejadian tersebut.

Peran Satgas Halilintar dan Langkah Pemutusan Mata Rantai
Satgas Halilintar dalam beberapa bulan terakhir terus melakukan patroli dan operasi penindakan terhadap aktivitas penyelundupan timah di perairan Bangka Belitung. Penangkapan Ahn disebut sebagai salah satu hasil operasi besar di penghujung 2025.

Meski begitu, warga berharap penindakan tidak berhenti pada aktor lapangan saja. Banyak yang menduga bahwa jaringan penyelundupan melibatkan “pemain besar” yang selama ini beroperasi di balik layar.

“Kalau mau tuntas, jangan cuma Ahn. Ada bos-bos lain yang punya modal besar dan hubungan kuat,” kata salah satu warga Rambat.

Aparat Didesak Bongkar Jaringan Besar
Kasus penyelundupan yang menimpa Ahn menunjukkan bahwa aktivitas ilegal di sektor timah masih berjalan masif dan terorganisasi. Warga mendesak agar Satgas Halilintar, Polairud, dan aparat penegak hukum lainnya terus mengusut jalur distribusi serta siapa pembeli timah ilegal tersebut.

“Timah sebanyak itu pasti ada pembelinya. Tidak mungkin berhenti di gudang Ahn saja,” ujar AF.

Dengan bukti 7 ton timah yang telah disita, masyarakat kini menunggu langkah lanjutan aparat dalam membongkar seluruh jaringan penyelundupan dan memastikan tidak ada lagi praktik ilegal yang merugikan negara serta merusak ekosistem laut dan sosial masyarakat.

Kasus ini diharapkan menjadi titik balik pemberantasan mafia timah di Bangka Belitung. (KBO Babel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.