KOPERATIF Pasang Badan Bela Direksi Agrinas, Tudingan Dinilai Tak Utuh

by -4 views

http://Jurnalsiber.com (PEKANBARU) – Tata kelola sawit Agrinas Palma Nusantara kini berada di tengah tarik-menarik narasi. Di satu sisi muncul desakan agar pengelolaan aset sawit negara diusut, sementara di sisi lain Komunitas Masyarakat Peduli Pertanian dan Perkebunan Produktif (Koperatif) turun langsung membela jajaran Direksi PT Agrinas Palma Nusantara.

Sekitar 50 orang yang tergabung dalam Koperatif menggelar aksi damai di gerbang kantor PT Agrinas Palma Nusantara, Selasa (15/9/2026).

Mereka secara terbuka membantah tudingan yang diarahkan kepada Direktur Operasional PT Agrinas Palma Nusantara Tuhu Bangun dan Direktur Kepatuhan Novil.

Bagi Koperatif, persoalan pengelolaan kebun sawit tidak bisa dinilai hanya dari siapa yang ditunjuk mengelola atau menjadi vendor. Kemampuan, kelayakan, komitmen, serta dampaknya terhadap produktivitas kebun juga harus diperhitungkan.

Koordinator Lapangan Koperatif Ricky Sanjaya mengatakan pihaknya menyayangkan munculnya tudingan yang dinilai tidak menggambarkan persoalan secara utuh.

Kami dari Komunitas Masyarakat Peduli Pertanian dan Perkebunan Produktif atau Koperatif menyesalkan adanya pihak-pihak yang terus mempersoalkan tata kelola perkebunan kelapa sawit di kawasan penggunaan hutan yang dikelola oleh PT Agrinas Palma Nusantara,” jelasnya.

Dua Narasi Berhadapan

Pernyataan Koperatif muncul beberapa hari setelah Jaringan Aktivis Penjaga Aset Negara dari Oligarki (JANGAN OLIGARKI) menggelar aksi di gerbang Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Jumat (11/9/2026).

Kelompok tersebut mendesak Kejaksaan mengusut dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam pengelolaan kebun kelapa sawit hasil penguasaan kembali oleh negara.

JANGAN OLIGARKI juga menuding terdapat praktik yang berpotensi mengembalikan pengelolaan aset negara kepada perusahaan atau pihak yang sebelumnya berkaitan dengan lahan yang telah disita melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).

Namun, tudingan tersebut dibantah Koperatif.

Kelompok ini justru melihat langkah jajaran Direksi PT Agrinas Palma Nusantara sebagai bagian dari upaya mencari jalan keluar agar pengelolaan kebun tidak berhenti.

Ricky menegaskan tanaman sawit membutuhkan perawatan dan tidak dapat dibiarkan begitu saja.

Apa yang dilakukan Direktur Operasional Tuhu Bangun bersama jajaran saat ini adalah mencari solusi agar pengelolaan kebun dapat segera berjalan. Tanaman sawit tidak bisa dibiarkan, harus dipupuk, dirawat dan dijaga produktivitasnya,” terang Ricky.

Koperatif Pasang Badan untuk Direksi

Koperatif menilai narasi negatif terhadap Tuhu Bangun dan Novil berpotensi mengganggu proses pembenahan tata kelola perusahaan.

Mereka menyebut PT Agrinas Palma Nusantara merupakan BUMN yang sedang membangun sistem pengelolaan perkebunan. Karena itu, setiap kebijakan semestinya dinilai berdasarkan data dan ketentuan yang berlaku.

Sorotan juga diarahkan pada penerbitan SK Penugasan Sementara.

Dalam pernyataan sikapnya, Koperatif menyebut penerbitan SK tersebut merupakan business judgement yang didahului analisis terukur dan dievaluasi secara berkala.

Menurut mereka, kebijakan itu ditujukan untuk menjaga keberlanjutan pengelolaan kebun di area penggunaan kawasan hutan.

Koperatif kemudian meminta seluruh pihak yang memiliki keberatan membuka data dan menyampaikan persoalan melalui mekanisme yang dapat diuji.

Mereka juga meminta pihak yang merasa kepentingan bisnisnya terganggu tidak melontarkan sentimen negatif tanpa memberikan solusi terhadap persoalan pengelolaan perkebunan.

Spanduk Tegaskan Kepentingan Negara

Dalam aksi tersebut, massa membentangkan sejumlah spanduk. Salah satunya berisi apresiasi kepada jajaran Direksi dan seluruh karyawan PT Agrinas Palma Nusantara.

Spanduk lainnya memuat pesan bahwa perusahaan tidak boleh tunduk kepada kepentingan pribadi maupun kelompok, tetapi harus mengutamakan kepentingan negara.

Aspirasi massa kemudian diterima Kabag Umum PT Agrinas Palma Nusantara Budi Hartono.

Budi menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan Koperatif kepada perusahaan.

Dukungan ini menjadi semangat dan menambah moril kami dalam melaksanakan tugas kami di PT Agrinas Palma Nusantara. Semoga kami dapat melaksanakan tugas ini dengan baik sesuai dengan yang dicita-citakan Bapak Presiden RI,” pungkas Budi.

Aksi berakhir sekitar pukul 11.30 WIB. Situasi selama kegiatan dilaporkan aman dan kondusif.

Dukungan Koperatif Bukan Kali Pertama

Dukungan Koperatif terhadap PT Agrinas Palma Nusantara sebelumnya juga disampaikan melalui karangan bunga yang dipasang di pinggir jalan.

Karangan bunga itu berisi ucapan selamat dan dukungan terhadap optimalisasi tata kelola perkebunan sawit untuk pemulihan aset dan kedaulatan negara.

Koperatif menilai PT Agrinas Palma Nusantara memiliki posisi strategis dalam pengelolaan dan pemulihan aset perkebunan sawit yang kembali dikuasai negara.

Sebagai kelompok yang bergerak di sektor pertanian dan perkebunan, mereka menyatakan siap bersinergi untuk mendorong pengelolaan kebun yang produktif dan berkelanjutan.

Kini, polemik tersebut memperlihatkan dua posisi yang berseberangan. JANGAN OLIGARKI meminta dugaan penyalahgunaan kewenangan diusut, sedangkan Koperatif menilai jajaran Direksi Agrinas justru sedang mencari solusi untuk memastikan aset sawit negara tetap produktif.

Di tengah dua narasi itu, substansi persoalan tetap berada pada satu pertanyaan: sejauh mana tata kelola aset sawit negara dijalankan berdasarkan aturan, transparansi, dan kepentingan negara?(JS/KBO BABEL) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.