Lhokseumawe,Di tengah lumpur yang belum sepenuhnya mengering dan rumah-rumah yang masih berbau genangan air, bantuan datang membawa harapan. Minggu (21/12/2025), SEUSAMA (Seramoe Syedara Lhokseumawe) se-Jabodetabek menuntaskan penyaluran bantuan logistik tahap II bagi korban banjir di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara.
Sebanyak 33 gampong (desa/posko) menjadi saksi kepedulian para perantau asal Lhokseumawe yang meski berjarak ribuan kilometer, tetap memeluk kampung halaman dengan aksi nyata. Bantuan tersebut bersumber dari donasi masyarakat yang tergabung dalam paguyuban SEUSAMA se-Jabodetabek, dengan total dana Rp262.815.000 yang seluruhnya dibelanjakan dalam bentuk kebutuhan pokok.
Beras, gula, minyak makan, telur, sabun mandi, deterjen, air mineral, mi instan, hingga ikan asin dibagikan langsung kepada warga terdampak. Bagi para pengungsi, bantuan itu bukan sekadar barang, melainkan tanda bahwa mereka tidak sendiri menghadapi musibah.
Ketua Umum SEUSAMA, Zulkifly Ibrahim, SE, Ak, menyebut bantuan tersebut sebagai ikhtiar kecil yang diharapkan mampu menjadi penopang di masa sulit.
“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban para pengungsi dan masyarakat terdampak banjir. Walaupun tidak seberapa, setidaknya saudara-saudara kami di Aceh tahu bahwa mereka selalu diingat,” ujar Zulkifly.
Ia menegaskan, sejak awal SEUSAMA bergerak bukan untuk pencitraan, melainkan karena ikatan batin sebagai sesama anak negeri.
“Kami berasal dari tanah yang sama. Saat Aceh diuji, kami merasa terpanggil untuk hadir. Insya Allah, SEUSAMA akan terus berupaya memberi kontribusi terbaik,” tambahnya.
Nada haru juga datang dari Ketua Dewan Pembina SEUSAMA, Marsekal Muda (Purn) Fachri Adamy, SE. Sebagai putra Aceh, ia menilai kepedulian adalah bahasa paling jujur di tengah bencana.
“Negara sudah menyatakan bertanggung jawab. Saya juga orang Aceh. Kalau kita tidak bisa berbuat banyak, kita doakan. Kalau kita mampu, kita bantu. Saya sangat respect dengan relawan SEUSAMA, dibawah Kordinator Lapangan sdr Irianto Mancari (Abu Yan) tidak banyak bicara, langsung berbuat,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan pesan ketabahan kepada para korban banjir, seraya menegaskan bahwa jarak bukan penghalang untuk terus peduli.
“Kami berharap para pengungsi dan korban banjir tetap tabah. Kami dari SEUSAMA selalu ada dan selalu ingat kepada saudara-saudara kami di Aceh, meskipun kami berada di Jakarta. Insya Allah, ke depan akan ada kontribusi lain untuk masyarakat terdampak,” ungkap Fachri Adamy.
Bagi warga yang menerima bantuan, kehadiran SEUSAMA adalah bukti bahwa musibah tidak hanya membawa kesedihan, tetapi juga mempertemukan kembali rasa persaudaraan. Dari Jakarta hingga Lhokseumawe, dari tangan perantau ke tangan pengungsi, harapan itu terus mengalir—pelan, namun pasti.(Jurnalsiber.com KBOBABEL)






