Aksi Nyata Pulihkan Lahan Tambang, 200 Bibit Mangrove Ditanam di Sungailiat

by -5 views

http://JURNALSIBER.COM (SUNGAI LIAT) – Upaya pemulihan lingkungan kembali digalakkan melalui kegiatan penanaman mangrove yang dilaksanakan di kawasan Lintas Timur Sungailiat, Kabupaten Bangka, Sabtu (25/4/2026). Bertajuk “Rehabilitasi Lahan Pasca Tambang dengan Mangrove”, kegiatan ini menjadi respons konkret terhadap kerusakan ekosistem pesisir akibat aktivitas pertambangan yang masif.

Kawasan tersebut dinilai mengalami degradasi fisik, penurunan kualitas tanah, hingga hilangnya vegetasi pelindung alami. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Bangka Belitung (UBB) dan komunitas Pepelingasih Bangka.

Ketua Pepelingasih Kabupaten Bangka, M. Faiq El Faruq, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam mengembalikan fungsi ekosistem pesisir yang telah rusak.

“Rehabilitasi mangrove tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berkontribusi terhadap keberlanjutan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir,” ujar Faiq.

Dalam pelaksanaannya, sebanyak sekitar 200 bibit mangrove jenis Rhizophora apiculata ditanam di area yang terdampak aktivitas tambang dengan tingkat kerusakan cukup signifikan. Jenis ini dipilih karena memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap substrat berlumpur serta efektif menahan abrasi dan menstabilkan sedimen.

Ketua Pelaksana, Ulfan Zuhrie Albhar, bersama Abdul Robiz, menjelaskan bahwa pemilihan jenis mangrove dilakukan berdasarkan kesesuaian ekologis lokasi guna meningkatkan tingkat keberhasilan pertumbuhan tanaman.

Sementara itu, Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro UBB, Riski Arnando, menekankan bahwa keterlibatan mahasiswa merupakan bentuk kontribusi nyata dalam menjawab persoalan lingkungan berbasis keilmuan.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aksi fisik penanaman, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi seluruh pihak mengenai pentingnya rehabilitasi lahan pasca tambang secara berkelanjutan. Diharapkan, sinergi antara mahasiswa, komunitas, dan masyarakat ini dapat menjadi langkah awal membangun kesadaran kolektif serta mendorong program lanjutan yang berdampak jangka panjang bagi ekosistem dan kesejahteraan warga pesisir. LIAT – Upaya pemulihan lingkungan kembali digalakkan melalui kegiatan penanaman mangrove yang dilaksanakan di kawasan Lintas Timur Sungailiat, Kabupaten Bangka, Sabtu (25/4/2026). Bertajuk “Rehabilitasi Lahan Pasca Tambang dengan Mangrove”, kegiatan ini menjadi respons konkret terhadap kerusakan ekosistem pesisir akibat aktivitas pertambangan yang masif.

Kawasan tersebut dinilai mengalami degradasi fisik, penurunan kualitas tanah, hingga hilangnya vegetasi pelindung alami. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Bangka Belitung (UBB) dan komunitas Pepelingasih Bangka.

Ketua Pepelingasih Kabupaten Bangka, M. Faiq El Faruq, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam mengembalikan fungsi ekosistem pesisir yang telah rusak.

Rehabilitasi mangrove tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berkontribusi terhadap keberlanjutan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir,” ujar Faiq.

Dalam pelaksanaannya, sebanyak sekitar 200 bibit mangrove jenis Rhizophora apiculata ditanam di area yang terdampak aktivitas tambang dengan tingkat kerusakan cukup signifikan. Jenis ini dipilih karena memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap substrat berlumpur serta efektif menahan abrasi dan menstabilkan sedimen.

Ketua Pelaksana, Ulfan Zuhrie Albhar, bersama Abdul Robiz, menjelaskan bahwa pemilihan jenis mangrove dilakukan berdasarkan kesesuaian ekologis lokasi guna meningkatkan tingkat keberhasilan pertumbuhan tanaman.

Sementara itu, Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro UBB, Riski Arnando, menekankan bahwa keterlibatan mahasiswa merupakan bentuk kontribusi nyata dalam menjawab persoalan lingkungan berbasis keilmuan.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aksi fisik penanaman, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi seluruh pihak mengenai pentingnya rehabilitasi lahan pasca tambang secara berkelanjutan. Diharapkan, sinergi antara mahasiswa, komunitas, dan masyarakat ini dapat menjadi langkah awal membangun kesadaran kolektif serta mendorong program lanjutan yang berdampak jangka panjang bagi ekosistem dan kesejahteraan warga pesisir.(KBO BABEL) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.