Buah Sawit Petani Simpang Rimba Menumpuk Dua Hari, Kuota Pabrik Diduga Tak Mampu Tampung Hasil Panen

by -14 views

http://JURNALSIBER.COM (Bangka Selatan) Aktivitas pengiriman tandan buah segar (TBS) kelapa sawit milik petani di Desa Gudang dan sejumlah wilayah sekitar Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, mengalami hambatan serius dalam dua hari terakhir.

Buah sawit milik petani dilaporkan menumpuk di gudang penampungan hingga tertahan di mobil pengangkut akibat terbatasnya kuota penerimaan di pabrik kelapa sawit wilayah tersebut.

Kondisi ini memicu keresahan di kalangan petani dan pengepul. Pasalnya, buah sawit yang terlalu lama tertahan berisiko mengalami penurunan kualitas yang berdampak langsung terhadap harga jual di tingkat pabrik.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah kendaraan pengangkut sawit terpaksa mengantre lebih lama dari biasanya. Bahkan, sebagian sopir memilih menahan muatan di gudang penampungan sambil menunggu kepastian jadwal penerimaan dari pabrik.

Para petani menilai persoalan kuota penerimaan TBS ini tidak bisa dianggap sepele. Selain menghambat distribusi hasil panen, kondisi tersebut juga berdampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perkebunan sawit.

Kalau terus tertahan seperti ini, buah bisa rusak dan harga turun. Petani tentu yang paling dirugikan,” ungkap salah satu petani setempat.

Tidak hanya petani, para pengepul dan sopir angkutan sawit juga mulai merasakan dampaknya. Aktivitas bongkar muat terganggu, biaya operasional meningkat, sementara pengiriman ke pabrik belum dapat berjalan normal akibat keterbatasan kapasitas penerimaan.

Pegiat Pers Babel, Herwandi, berharap persoalan kuota di pabrik kelapa sawit Kecamatan Simpang Rimba segera mendapatkan solusi agar aktivitas distribusi kembali lancar dan tidak menimbulkan kerugian lebih besar bagi masyarakat.

Kami berharap kondisi ini cepat pulih agar buah sawit petani dapat kembali lancar masuk ke pabrik seperti biasanya,” ujar Herwandi.

Masyarakat kini berharap pihak terkait, termasuk manajemen pabrik kelapa sawit, dapat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi penumpukan TBS tersebut. Sebab apabila kondisi ini terus berlanjut, dikhawatirkan kerugian petani akan semakin besar di tengah ketergantungan ekonomi masyarakat terhadap hasil perkebunan sawit. (Herwandi / KBO Babel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.