http://JURNALSIBER.COM (LAHAT) – Dugaan pembengkakan anggaran di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Lahat Tahun Anggaran 2025 menjadi sorotan. Hasil investigasi media ini menemukan selisih pada sejumlah pos belanja senilai total Rp9,76 miliar yang diduga berpotensi merugikan keuangan negara jika terbukti ada penyimpangan.
Berdasarkan data yang dihimpun, Belanja Pengadaan Barang dan Jasa naik dari Rp12.375.803.000 menjadi Rp18.864.192.200, atau bertambah Rp6,49 miliar. Sementara anggaran Penyediaan Kebutuhan Rumah Tangga DPRD meningkat dari Rp8.521.253.500 menjadi Rp11.792.279.100, selisih Rp3,27 miliar dari pagu awal APBD 2025.

Ketua Umum DPN LIDIKKRIMSUS RI, Ossie Gumanti, mendesak aparat penegak hukum segera menyelidiki temuan tersebut. “Apabila selisih anggaran tidak dapat dipertanggungjawabkan, maka patut diduga terjadi pengelembungan. Kami minta Kejaksaan Agung RI mengusut secara transparan,” tegas Ossie, Rabu (1/7/2026).
Upaya konfirmasi telah dilakukan ke Plt Sekretaris DPRD Lahat melalui Kabag Keuangan Asrul dan Bendahara Sekretariat DPRD, Dedi, via WhatsApp. Asrul menyatakan akan memberi hak jawab lewat wawancara langsung, namun hingga berita ini tayang penjelasan resmi belum diterima. Dedi belum memberikan tanggapan.
Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan hak koreksi sesuai UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers demi pemberitaan yang berimbang.(JS/KBO BABEL)








