Fakta Baru Kasus Pembakaran Ruang Kadishub Babel, Pelaku Oknum PNS Alami Gangguan Mental

by -2 views

http://Jurnalsiber.com (‎PANGKALPINANG) , SEPUTARBABEL.COM — Anoperki Sandra alias Pengki (42), oknum PNS Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang membakar ruang kerja Kepala Dinas pada 29 April 2026 lalu, dipastikan mengalami gangguan kejiwaan.

‎Berdasarkan hasil pemeriksaan medis resmi dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ), terdakwa dinyatakan mengalami disabilitas mental, sehingga aksi nekat tersebut dilakukan di luar kesadarannya.

‎Iwan Prahara penasihat hukum terdakwa mengungkapkan bahwa penetapan ini merujuk pada penetapan pengampuan dari Pengadilan Negeri Pangkalpinang.

Atas perintah hakim, penyidik sebelumnya telah melakukan pembantaran terhadap Anoperki ke RSJ untuk menjalani pemeriksaan kejiwaan secara menyeluruh.

‎”Hasil dari pemeriksaan medis jelas menyatakan bahwa Anoperki memiliki disabilitas mental. Aksi pembakaran itu terjadi di luar kesadarannya. Surat pengampuan resmi dari pengadilan sudah kami serahkan kepada majelis hakim pada persidangan pertama,” ujar Iwan Prahara, Rabu (9/9/2026).

‎“Masa orang gila disidang,” ungkapnya.

‎Pihak kuasa hukum berharap majelis hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dapat mempertimbangkan kondisi medis kliennya sesuai aturan hukum yang berlaku.

‎Mengingat status kejiwaan terdakwa yang sudah terbukti secara medis dan disahkan pengadilan, pihak keluarga berharap proses hukum dapat mengedepankan pertimbangan kemanusiaan dan keadilan.

Pengakuan Ayah Terdakwa

‎Kasman ayah Pengki, mengaku anaknya telah mengalami gangguan jiwa sejak tahun 2022.

‎Selama kurun waktu tersebut, kondisi kesehatan mental Pengki tergolong berat hingga membuatnya sudah empat kali keluar-masuk rumah sakit jiwa.

‎Dalam kesehariannya, sang anak menunjukkan berbagai gejala gangguan perilaku.

‎Kasman mengungkapkan anaknya sering mengurung diri di kamar.

‎Selain itu, ia kerap berbicara sendiri dan secara tiba-tiba tersulut emosi.

‎Sebaliknya, ketika berada di rumah dalam situasi tertentu, ia cenderung lebih banyak diam.

‎“Kalau ngomong kadang ngelantur dan pernah meninggalkan rumah selama tiga hari tiga malam tanpa pulang,” ungkap Kasman.

‎Menghadapi perkara ini, pihak keluarga berharap agar anaknya tersebut dapat segera dibebaskan.(JS/KBO BABEL) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.