Ini Penyebab Kebakaran Kantor Dishub Babel? Ancaman Staf Mengarah ke Teror Nyata

by -3 views

http://JURNALSIBER.COM (PANGKALPINANG) — Aroma teror dan konflik internal menyelimuti Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dalam satu malam, Kepala Dinas Perhubungan, M. Haris AP, melaporkan dua peristiwa serius sekaligus ke kepolisian: kebakaran kantor dan ancaman pembunuhan yang diduga berasal dari lingkaran internalnya sendiri.

Langkah hukum itu diambil usai insiden kebakaran melanda kantor Dishub Babel pada Rabu (29/4/2026) malam. Namun, fakta yang lebih mengkhawatirkan terungkap—beberapa jam sebelum api berkobar, Haris mengaku telah menerima ancaman pembunuhan melalui media sosial dari seorang oknum staf.

Yang jelas malam ini kami melaporkan adanya kebakaran di kantor. Sebelumnya, pada siang hari, saya mendapatkan ancaman melalui media sosial dari seorang oknum staf. Ancaman itu berisi niat untuk membunuh dan membakar kantor,” tegas Haris.

Benang merah antara ancaman dan kebakaran mulai mencuat. Haris mengungkap, sebelum kejadian, sempat beredar unggahan di media sosial yang secara eksplisit menyinggung rencana pembakaran kantor. Meski belum menyimpulkan keterkaitan langsung, ia menilai seluruh indikasi yang ada cukup kuat untuk diserahkan kepada aparat penegak hukum.

Apakah itu berkaitan atau tidak, kami serahkan sepenuhnya kepada proses penyelidikan pihak kepolisian. Yang jelas, semua indikasi sudah kami laporkan,” ujarnya.

Dua laporan resmi pun dilayangkan. Pertama, terkait kebakaran kantor yang merupakan aset negara. Kedua, ancaman pembunuhan yang menyasar dirinya secara pribadi—sebuah eskalasi serius dari konflik internal yang sebelumnya mungkin dianggap sepele.

Di balik itu, terkuak dugaan pemicu utama. Haris menyebut ancaman muncul setelah dirinya menolak menandatangani usulan kenaikan pangkat oknum staf tersebut. Keputusan itu bukan tanpa alasan.

Saya kembalikan usulan kenaikan pangkatnya dan tidak saya tandatangani. Karena selama saya menjabat, saya belum pernah bertemu yang bersangkutan. Informasi dari staf lain, yang bersangkutan memang jarang masuk kantor,” ungkapnya.

Alih-alih meredam situasi, pendekatan pembinaan yang diambil Haris justru diduga memantik reaksi ekstrem. Ancaman pembunuhan dan pembakaran kantor muncul, memperlihatkan potensi konflik yang sudah melampaui batas profesional.

Saya ingin pembinaan dulu, tidak langsung mengambil tindakan. Tapi mungkin karena itu, muncul ancaman akan membunuh saya dan membakar kantor,” tambahnya.

Ironisnya, ancaman tersebut tidak ia lihat secara langsung. Haris baru mengetahui setelah menerima tangkapan layar dari staf lain—indikasi bahwa isu ini telah beredar di internal sebelum akhirnya meledak menjadi kasus hukum.

Saya tahu dari screenshot yang dikirim staf, karena saya tidak melihat langsung akun tersebut,” katanya.

Kini, seluruh persoalan telah berada di tangan kepolisian. Haris berharap pengusutan dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya mengungkap penyebab kebakaran, tetapi juga menelusuri dugaan ancaman yang berpotensi menjadi bagian dari rangkaian peristiwa.

Kasus ini menjadi alarm keras bagi tata kelola internal birokrasi. Ketika konflik personal berujung ancaman nyawa dan dugaan sabotase aset negara, maka persoalan tidak lagi sekadar disiplin pegawai—melainkan telah masuk ke ranah hukum yang serius dan berbahaya. (KBO Babel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.