DOLOKSANGGUL — Kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Humbang Hasundutan kembali menjadi sorotan. Lembaga Independen Pembawa Suara Transparansi (INPEST) menyoroti rusaknya jalan kabupaten yang menghubungkan Ibu Kota Humbang Hasundutan, Doloksanggul, menuju Kecamatan Sijamapolang hingga Desa Bonandolok. Rabu (7/1/2026).
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan INPEST, ruas jalan tersebut mengalami kerusakan berat. Di sejumlah titik, aspal tampak tergerus, berlubang, dan tidak lagi layak dilalui. Kerusakan diperparah dengan genangan air yang berasal dari perbukitan di sekitar jalan, akibat tidak adanya sistem drainase yang memadai.
“Genangan air inilah yang menjadi penyebab utama rusaknya aspal. Kita tahu, aspal sangat rentan terhadap air yang tergenang dalam waktu lama,” ujar perwakilan INPEST, Ir. Marganda Simamora, SH, M.Si, kepada wartawan melalui rilis pers, Selasa (6/1/2026).
Menurutnya, kondisi jalan yang rusak tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak langsung pada efisiensi waktu tempuh dan keselamatan pengguna jalan. Jika dalam kondisi normal perjalanan dari Doloksanggul ke Bonandolok dapat ditempuh sekitar 25 menit, kini waktu tempuh membengkak menjadi 60 hingga 75 menit.
“Pengendara harus ekstra hati-hati, terutama saat hujan. Jalan kerap digenangi air dan dialiri arus deras yang sangat berbahaya,” tambah Marganda.
INPEST pun mendorong Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan untuk segera mengambil langkah konkret. Selain perbaikan jalan, INPEST menekankan pentingnya pembangunan sistem drainase yang baik agar kerusakan serupa tidak terulang.
Lebih lanjut, INPEST menyarankan agar perbaikan jalan menggunakan sistem semenisasi beton rigid yang dinilai lebih tahan lama dan mampu mengoptimalkan daya tahan jalan, khususnya di wilayah dengan curah hujan tinggi.
“Harapan kami, Bupati Humbang Hasundutan dapat menyurati Kementerian PUPR agar proyek ini bisa diakomodasi melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD), sehingga pendanaan dapat bersumber dari APBN untuk wilayah-wilayah yang kondisinya mendesak,” tegasnya.
Kerusakan jalan ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah, mengingat infrastruktur jalan merupakan urat nadi perekonomian dan mobilitas masyarakat. Tanpa penanganan serius, keterisolasian wilayah dan perlambatan pembangunan dikhawatirkan akan terus terjadi. (Jurnalsiber.com KBO Babel)







