Institut Pahlawan 12 Bersama KTB UKM Maksimalkan Sumber Daya Lokal untuk Produk Unggulan

by -3 views

http://JURNALSIBER.COM (Bangka) ,– Institut Pahlawan 12 berkolaborasi dengan Kelompok Tumbuh Bersama Usaha Kecil Menengah (KTB UKM) menggelar Seminar Kreativitas Pemanfaatan Produk Sirkular Ekonomi di Gedung Pascasarjana SETARA IV Institut Pahlawan 12, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan ini menghadirkan edukasi, motivasi, sekaligus praktik langsung pengolahan kekayaan alam setempat menjadi produk ekonomi bernilai jual tinggi, melalui pendekatan ekonomi sirkular dan kewirausahaan sosial.

KTB UKM merupakan komunitas kewirausahaan sosial yang digagas dr. Eddy Kristianto dan drg. Renny Limarga, dengan fokus utama membina dan memberdayakan masyarakat serta pelaku UMKM di berbagai wilayah Indonesia. Dalam sesi materi, para peserta diperkenalkan pada beragam inovasi berbasis potensi lokal, di antaranya pembuatan sabun garam dan body lotion berbahan dasar air laut dan garam, yang dikembangkan menjadi produk perawatan kulit berkualitas.

Pemaparan materi juga menekankan strategi pemberdayaan yang diusung KTB UKM, yang lebih mengutamakan pengembangan kemampuan berkelanjutan dibandingkan pemberian bantuan sesaat. Pendekatan ini memaksimalkan pemanfaatan sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang ada di lingkungan sekitar, dengan pola pembinaan usaha yang sederhana namun bisa diterapkan dalam jangka panjang oleh masyarakat luas.

Ada empat pilar keberhasilan yang menjadi kunci gerakan KTB UKM, yaitu pembentukan pola pikir dan karakter pelaku usaha, terciptanya usaha yang menguntungkan dan berkelanjutan, memberikan dampak positif bagi lingkungan sosial, serta menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup.

Inisiator kegiatan sekaligus Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bangka, Kwartanto, berharap kegiatan ini mampu mengubah cara pandang para pelaku usaha dan generasi muda. Menurutnya, kekayaan alam yang melimpah di Bangka Belitung belum sepenuhnya diolah menjadi produk unggulan yang berdaya saing tinggi.

Kegiatan ini diharapkan mampu membuka pola pikir peserta agar lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan produk lokal. Penguatan merek, strategi pemasaran, dan pemanfaatan potensi daerah harus berjalan beriringan, agar produk dari daerah kita mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Kwartanto.

Secara resmi, kegiatan ini dibuka oleh Dr. Yan Megawandi, M.Si. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi strategis yang melibatkan unsur pendidikan, komunitas sosial, dan pelaku usaha. Sinergi ini dinilai sangat penting untuk mempercepat pengembangan ekonomi kreatif yang berpijak pada kekuatan masyarakat setempat.

Salah satu peserta, Rahmat, mengaku sangat terbantu dengan materi yang disampaikan, terutama karena kegiatan ini tidak hanya berhenti pada teori. Ia dan peserta lain diajak langsung mempraktikkan cara pembuatan produk hingga jadi.

Kegiatan ini sangat bermanfaat. Kami tidak hanya diberi wawasan dan motivasi, tapi langsung diajak praktik membuat produk. Jadi kami benar-benar paham inovasi apa yang bisa dikembangkan dan bagaimana peluang usaha dari potensi lokal yang ada di Bangka Belitung ini,” ungkap Rahmat.

Senada dengan hal itu, Rektor Institut Pahlawan 12, Dr. Darol Arkum, M.Si, menilai kegiatan ini memiliki nilai lebih karena menggabungkan pengetahuan akademis dengan penerapan nyata. Ia berharap ilmu yang didapat peserta dapat terus dikembangkan dan membawa dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

Kegiatan ini sangat berharga karena tidak sekadar teoritis, tapi ada produk nyata yang dihasilkan. Pengetahuan dan pengalaman ini kami harapkan dapat diaplikasikan secara berkelanjutan, sehingga melahirkan manfaat ekonomi sekaligus inovasi baru bagi masyarakat luas,” tegas Dr. Darol Arkum.

Para peserta yang hadir terdiri dari pimpinan dan dosen Institut Pahlawan 12, mahasiswa Program Studi Kewirausahaan, masyarakat umum, serta perwakilan ibu-ibu PKK Kelurahan Jelitik. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk jalinan sinergi yang erat antara perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat, guna memperkuat ekosistem UMKM berbasis potensi lokal dan ekonomi sirkular di wilayah Bangka Belitung.(KBO BABEL) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.