http://JURNALSIBER.COM (SUNGAILIAT) – MTs Plus Bahrul Ulum Sungailiat menggelar acara tasyakuran sekaligus pelepasan santri dan santriwati kelas IX tahun ajaran 2026/2027, Sabtu (16/5/2026) di Gedung Serba Guna Yayasan Bahrul Ulum. Sebanyak 163 siswa dinyatakan lulus dan dilepas secara resmi, terdiri dari 71 santri putra dan 93 santriwati putri yang berasal dari berbagai wilayah di Pulau Bangka hingga luar pulau.

Acara pelepasan ini berlangsung khidmat dan meriah, dihadiri oleh seluruh jajaran guru, tenaga pendidik, para orang tua wali santri, serta tamu undangan dari berbagai elemen masyarakat dan pemerintahan.Turut hadir Ketua Yayasan Bahrul Ulum dan Dewan Pembina Yayasan Bahrul Ulum, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka yang diwakili, unsur TNI dan Polri yang diwakili Babinsa serta Babinkamtibmas, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Bangka Tengah, Kasi Pondok Pesantren Kemenag, dan perwakilan dari Kapolres Bangka.
Kehadiran tokoh pemerintahan juga mewarnai acara ini, di antaranya Staf Ahli Bupati Bangka, Boy Yandra, yang mewakili Pemerintah Kabupaten Bangka dalam kegiatan pelepasan yang menjadi momen penting bagi keberlangsungan pendidikan berbasis pesantren di wilayah ini. Para santri yang diwisudakan merupakan siswa yang telah menempuh pendidikan dan pengabdian selama tiga tahun, berkompeten dalam bidang akademik maupun pemahaman agama.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Bahrul Ulum H Saiful Zohri menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas keberhasilan para santri menyelesaikan jenjang pendidikan menengah pertama. Ia menekankan bahwa pendidikan di Bahrul Ulum tidak hanya sekadar transfer ilmu, tetapi pembentukan karakter yang kokoh.
“Pelepasan ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari pengabdian yang sesungguhnya. Kami melepas 163 putra-putri terbaik kami yang datang dari berbagai daerah, baik dari dalam maupun luar Pulau Bangka. Harapan kami, apa yang telah ditanamkan selama tiga tahun ini—akhlak mulia, kemandirian, dan keilmuan—menjadi bekal utama mereka melangkah ke jenjang yang lebih tinggi. Jadilah generasi yang tidak hanya cerdas otaknya, tapi juga lembut hatinya dan bermanfaat bagi sesama,” ujar Ketua Yayasan Bahrul Ulum.

Salah satu orang tua wali santri, Ayahanda Rayyan, turut mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendidik anaknya. Bagi keluarga, menyerahkan anak didik di pesantren adalah bentuk kepercayaan besar, dan hasil yang ditunjukkan saat ini adalah bukti keberhasilan pendidikan karakter.
“Sebagai orang tua, kami menyerahkan kepercayaan penuh kepada para ustadz dan ustadzah di sini. Melihat anak kami, Rayyan, tumbuh menjadi pribadi yang lebih disiplin, berakhlak, dan berbakti, rasanya hati kami sangat puas dan bahagia. Terima kasih kepada Pondok Pesantren Bahrul Ulum islamic center yang telah merawat dan membimbing mereka dengan penuh kasih sayang. Kami berharap lembaga ini terus maju dan melahirkan banyak lagi anak-anak hebat,” ungkapnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bangka, Boy Yandra, dalam sambutannya mewakili Pemerintah Kabupaten Bangka, memberikan apresiasi tinggi terhadap peran strategis MTs Plus Bahrul Ulum dalam dunia pendidikan daerah. Menurutnya, lembaga pendidikan berbasis pesantren memiliki peran krusial dalam menjaga nilai-nilai luhur di tengah arus zaman.
“Pemerintah sangat mengapresiasi langkah Yayasan Bahrul Ulum yang konsisten mencetak generasi muda yang berintegritas. Di era yang serba modern ini, keberadaan lembaga seperti ini menjadi penyeimbang, di mana siswa tidak hanya pintar secara akademik, maupun non akademik . Lulusan Bahrul Ulum diharapkan menjadi garda terdepan pembangunan daerah, membawa perubahan positif, dan menjaga kerukunan di tengah masyarakat Kabupaten Bangka. Kami berkomitmen akan terus mendukung kemajuan pendidikan berbasis agama di wilayah ini,” tegas Boy Yandra.
Suasana haru juga terasa dari perwakilan santri, Rayyan Atta Guardian, yang telah menempuh masa pendidikan dan pengabdian selama tiga tahun penuh di bawah asuhan yayasan. Bagi Rayyan, pesantren telah menjadi rumah kedua, dan para pengajarnya adalah orang tua kedua yang membentuk jati dirinya.
“Tiga tahun rasanya begitu cepat berlalu. Dulu kami datang dengan segala keterbatasan dan kenakalan, namun di sini kami ditempa, dibimbing, dan diajarkan arti tanggung jawab dan persaudaraan. Terima kasih kepada para Ustadz dan Ustadzah yang tak pernah lelah menegur dan mengingatkan kami. Ilmu dan nasihat Bapak/Ibu akan selalu kami bawa ke mana pun kami melangkah. Kami berjanji akan menjaga nama baik almamater dan menjadi anak yang membanggakan kedua orang tua serta guru-guru kami,” ucap Rayyan dengan mata berkaca-kaca disambut tepuk tangan hadirin.
Acara pelepasan dan tasyakuran ini ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan, pembagian hadiah bagi santri berprestasi, serta doa bersama demi kesuksesan para lulusan. Kini, para santri angkatan tahun 2026/2027 siap melangkah lebih jauh, membawa nama baik MTs Plus Bahrul Ulum Sungailiat untuk menuntut ilmu ke jenjang yang lebih tinggi.(KBO BABEL)







