Muara Air Kantung Dangkal Total, Nelayan Dorong Perahu Hingga Minta Presiden Prabowo Turun Tangan

by -6 views
Terlihat seorang nelayan yang sedang mendorong perahu miliknya akibat terjebak di tengah kondisi pendangkalan alur muara saat ini. Sabtu (4/7/2026).

BANGKA BELITUNG, JurnalSiber — Penderitaan ribuan nelayan di kawasan Jelitik, Sungailiat, Kabupaten Bangka, tampaknya belum juga mengetuk pintu hati para pemangku kebijakan.

Hari ini, Sabtu (4/7/2026), kondisi alur Muara Air Kantung kembali mengalami pendangkalan yang begitu ekstrem hingga mencapai titik nadir, dan melumpuhkan aktivitas nelayan pesisir.

Akibat sedimentasi laut yang dibiarkan tanpa penanganan serius, jalur utama pelayaran kini tersumbat parah.

Pemandangan miris pun tak terhindarkan; demi menghidupi keluarga, sejumlah nelayan terpaksa turun ke bibir muara, dan mandi keringat demi mendorong perahu mereka secara manual di atas gundukan pasir yang mengering.

Tragisnya, di tengah keputusasaan para nelayan yang kesulitan untuk keluar-masuk muara, tepat di depan mulut muara justru tontonan kontras tersaji dengan maraknya aktivitas penambangan timah di wilayah IUP PT Timah Tbk.

Kondisi memilukan ini memantik kecaman keras dari salah seorang warga Sungailiat, Ijal.

Ia menilai pemerintah terkesan menutup mata dan membiarkan nelayan berjuang sendiri di tengah jeratan kemiskinan akibat alur muara yang buntu.

“Kami sangat menyayangkan nasib nelayan Sungailiat hari ini. Mereka sulit mencari nafkah dan merasa tidak ada pihak yang membantu di tengah kondisi muara yang mampet total seperti sekarang. Di mana empati pemerintah melihat rakyatnya ini diperas oleh keadaan seperti ini?” ujar Ijal dengan nada bergetar menahan kecewa, Sabtu (4/7/2026).

Ijal menegaskan, jeritan dari pesisir Bangka ini seharusnya sudah sampai ke telinga penguasa di pusat.

Ia menantang nyali dan kepedulian Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono, bahkan Presiden Prabowo Subianto, untuk melihat langsung realitas pahit di lapangan.

“Kami berharap Pemerintah Pusat, wabil khusus Presiden Prabowo dan Menteri KKP Pak Trenggono bisa langsung turun ke Bangka untuk lihat langsung penderitaan nelayan di alur muara ini. Gunakan hati nurani, tolong segera lakukan normalisasi! Mengenai siapa perusahaan yang nanti melakukan pengerukan, kami tidak mau memusingkan hal itu. Yang penting bagi masyarakat adalah muara bisa segera terbuka kembali dan nelayan bisa melaut lagi,” tegasnya.

 

Menagih Janji Manis 2025: Ribuan Nasib Nelayan Digantung Tanpa Kepastian

Kebuntuan alur muara hari ini menjadi bukti nyata dari rentetan janji manis yang tak kunjung terealisasi.

Jika menolak lupa, pada 25 April 2025 lalu, perwakilan lebih dari 3.000 nelayan Sungailiat yang dipimpin oleh Ali sempat mengadukan rintihan mereka ke Ruang Ketua DPRD Provinsi Babel karena masalah yang berlarut sejak 2011 ini tak kunjung usai.

Kala itu, Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, dengan meyakinkan berjanji akan mengambil langkah konkret dengan memanggil pihak PT Timah serta terbang ke Jakarta untuk berkoordinasi langsung dengan KKP.

Harapan besar sempat membubung di dada para nelayan bahwa pemerintah akhirnya tergerak hatinya.

Namun, memasuki pertengahan tahun 2026, janji tinggal janji. Alur Muara Jelitik justru kembali menemui kebuntuan total dan makin dihimpit oleh aktivitas tambang.

Kini, bola panas ada di tangan Presiden Prabowo Subianto untuk membuktikan apakah pemerintah benar-benar berpihak pada rakyat kecil, atau justru membiarkan nelayan Sungailiat tenggelam dalam penderitaan yang tak berujung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.