
BANGKA BELITUNG, JurnalSiber — Kelurahan Sri Menanti, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka sukses menggelar Pemilihan Kepala Lingkungan (Pilkaling) Sri Pemandang pada Minggu (17/5/2026).
Proses demokrasi tingkat lokal ini terpantau berjalan dengan tertib, aman, dan kondusif sesuai harapan masyarakat dan pihak kelurahan.
Lurah Sri Menanti, Ratno Mapiwali, ucapkan rasa syukur dan apresiasi atas kelancaran proses pilkaling ini.
Menurutnya, seluruh tahapan pelaksanaan bersandar pada peraturan bupati (Perbup) serta hasil musyawarah bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.
“Alhamdulillah pemilihan kaling-kaling di lingkungan Sri Menanti berjalan dengan tertib, aman, sesuai dengan apa yang kita harapkan. Hari ini kita sudah melihat langsung proses penghitungan suaranya,” ujar Ratno saat diwawancarai seusai acara.
Ratno menambahkan ada 7 calon kepala lingkungan yang ikut berpartisipasi dalam bursa pemilihan kali ini.
Ia berharap kaling yang terpilih nantinya mampu menjadi pengayom masyarakat sekaligus menyambung lidah warga.
“Harapan kami, kaling terpilih bisa bekerja secara maksimal berkolaborasi dengan pihak kelurahan dan stakeholder yang ada,” imbuhnya.
Sementara, Ketua Pelaksana Pilkaling Sri Pemandang, Zulkarnain, mengungkapkan antusiasme warga dalam menggunakan hak pilihnya tergolong luar biasa.
Dari total daftar pemilih yang menggunakan sistem satu mata pilih per KK, tingkat partisipasi pemilih menyentuh angka di atas 50%, atau berkisar di angka 61%.
“Total warga yang datang mencoblos ada sekitar 500-an orang dari total undangan yang tersebar sekitar 890-an. Ini adalah hal yang luar biasa,” kata Zulkarnain.
Untuk memastikan hak suara warga tetap terpenuhi, panitia juga memfasilitasi warga yang belum terjangkau undangan untuk tetap memilih dengan membawa KK dan KTP.
Berdasarkan hasil penghitungan suara, persaingan ketat terjadi antara dua calon teratas.
Pilkaling Sri Pemandang itu pun akhirnya dimenangkan oleh calon nomor urut 3, Ahmad Farisi dengan perolehan 136 suara.
Menariknya, kemenangan Ahmad Farisi diraih dengan selisih yang sangat tipis, yakni hanya terpaut 3 suara dari kandidat di bawahnya yang mengantongi 133 suara.
Tipisnya selisih ini juga dipengaruhi oleh dinamika suara di lapangan, yang tercatat ada 133 suara yang dinyatakan tidak sah oleh panitia.
Di akhir wawancara, Zulkarnain berharap agar kepala lingkungan yang baru terpilih dapat merangkul kembali seluruh elemen masyarakat tanpa membeda-bedakan.
“Harapan kami, beliau bisa mengayomi semua warga yang ada di lingkungan Sri Pemandangan ini,” tutup Zulkarnain.






