http://JURNALSIBER.COM (JAKARTA) – Pro Jurnalismedia Siber (PJS) terus memantapkan langkah menuju pengakuan sebagai konstituen Dewan Pers. Memasuki hitungan mundur pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) III yang akan digelar pada 21–24 Juli 2026 di DKI Jakarta, semangat dan optimisme seluruh pengurus serta anggota PJS dari berbagai daerah semakin menguat.
Mengusung semangat “Pers Berintegritas, Bangsa Bermartabat, Demokrasi Kuat”, Munas III PJS diharapkan menjadi tonggak penting dalam perjalanan organisasi yang selama ini konsisten memperjuangkan profesionalisme, kompetensi wartawan, serta penguatan media siber yang sehat dan bertanggung jawab.

PJS yang kini telah memiliki kepengurusan di berbagai provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia terus melakukan konsolidasi organisasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memenuhi berbagai persyaratan untuk menjadi organisasi pers yang diakui Dewan Pers.
Forum Munas III nantinya tidak hanya menjadi agenda lima tahunan untuk memilih kepengurusan dan menyusun program kerja, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus mempercepat langkah PJS menuju gerbang Dewan Pers.
Ketua DPD PJS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rikky Fermana, menyatakan bahwa Munas III merupakan momen bersejarah bagi seluruh keluarga besar PJS di Indonesia.
Menurutnya, perjuangan PJS untuk menjadi konstituen Dewan Pers merupakan cita-cita bersama yang harus didukung oleh seluruh anggota dan pengurus dari Sabang sampai Merauke.
“Musyawarah Nasional III merupakan momen bersejarah bagi seluruh keluarga besar PJS. Pencapaian menjadi konstituen Dewan Pers akan menjadi tonggak penting dalam memperkuat eksistensi media siber yang profesional dan berintegritas,” ujar Rikky Fermana.
Ia menegaskan, keberadaan PJS sebagai organisasi pers yang diakui Dewan Pers nantinya akan semakin memperkuat posisi media siber dalam mendukung kebebasan pers yang bertanggung jawab serta menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.
Rikky menilai, tantangan dunia jurnalistik saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat. Oleh karena itu, organisasi pers dituntut tidak hanya mampu beradaptasi dengan perkembangan digital, tetapi juga harus konsisten menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik.
“Pers memiliki peran strategis sebagai pilar demokrasi. Karena itu, keberadaan organisasi pers yang kuat, profesional, dan berintegritas menjadi kebutuhan penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh anggota PJS, khususnya di Bangka Belitung, untuk terus menjaga kekompakan dan bersama-sama mengawal langkah organisasi menuju pengakuan Dewan Pers.
Menurutnya, perjuangan tersebut bukan sekadar untuk mendapatkan status formal, tetapi merupakan bagian dari ikhtiar membangun marwah profesi wartawan serta memperkuat kualitas media siber nasional.
“Mari kita jadikan Munas III sebagai momentum mempererat persaudaraan, memperkuat organisasi, dan semakin memantapkan langkah PJS menuju gerbang Dewan Pers. Ini adalah perjuangan bersama demi terwujudnya pers yang berintegritas, bangsa yang bermartabat, dan demokrasi yang semakin kuat,” tegasnya.
Dengan dukungan dan semangat seluruh pengurus serta anggota di berbagai daerah, PJS optimistis dapat terus berkembang menjadi organisasi pers yang profesional, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dunia jurnalistik Indonesia.
Munas III PJS di Jakarta pun diharapkan menjadi tonggak sejarah baru dalam perjalanan organisasi menuju pengakuan sebagai bagian dari keluarga besar konstituen Dewan Pers.(Budiyanto/KBO BABEL)








