
BANGKA, JurnalSiber — Perkembangan wisata modern saat ini tumbuh sangat pesat. Hampir setiap daerah berlomba-lomba menghadirkan tempat wisata baru yang menawarkan berbagai fasilitas menarik mulai dari wahana permainan, spot foto kreatif, hingga pusat kuliner.
Wisata modern memang memberikan hiburan yang cepat dan mudah dinikmati, sehingga banyak diminati oleh masyarakat, terutama generasi muda.
Namun di tengah derasnya tren wisata modern, wisata budaya mulai kembali dapat perhatian. Banyak orang mulai mencari pengalaman berwisata yang tidak hanya sekadar seru atau estetik, tapi juga memberikan nilai pengetahuan dan kedekatan dengan budaya. Wisata budaya menawarkan pengalaman yang lebih dalam, pengunjung bisa mengenal sejarah, tradisi, kearifan lokal, dan cara hidup masyarakat setempat.
Selain menambah wawasan, wisata budaya juga memberikan pengalaman emosional yang sering kali tidak didapatkan di tempat wisata modern.
Salah satu contoh wisata budaya yang mulai berkembang di Bangka adalah Gebong Memarong, yang berada di Dusun Air Abik, Desa Gunung Muda, Kecamatan Belinyu.
Gebong Memarong merupakan kawasan budaya yang menampilkan beberapa memarong didalamnya. Memarong adalah sebutan untuk rumah bagi masyarakat Lom (masyarakat asli di Dusun Air Abik). Sedangkan Gebong adalah kumpulan/perkampungan yang terdiri dari beberapa memarong.
Dahulu, memarong digunakan sebagai rumah kebun, tempat beristirahat para petani ketika bekerja di ladang atau kebun. Meski sederhana, memarong memiliki nilai historis dan filosofis yang kuat, karena menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Lom/Lum selama bertahun-tahun.
Gebong Memarong yang berdiri di Dusun Air Abik adalah hasil pembangunan dari PT Timah Tbk, Salah satu BUMN yang mendukung pelestarian budaya lokal.
Bangunan ini kini digunakan sebagai tempat untuk berkumpul, berdiskusi, mengadakan kegiatan budaya, dan sebagai ruang belajar tentang adat masyarakat Lom. Kehadiran Gebong Memarong menjadi cara untuk menjaga agar budaya lokal tidak hilang dimakan zaman.
Dalam perkembangannya, Gebong Memarong mulai dilirik sebagai destinasi wisata budaya. Tempat ini tidak hanya menyuguhkan bangunan adat, tetapi juga kekayaan cerita tentang masyarakat Lom yang memiliki tradisi, bahasa, dan cara hidup yang unik.
Para pengunjung bisa merasakan suasana pedesaan yang tenang, melihat langsung aktivitas budaya, serta mempelajari nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Gebong Memarong menjadi bukti bahwa wisata budaya memiliki ruang yang kuat untuk berkembang di tengah gempuran wisata modern.
Wisata ini bukan hanya memberikan keuntungan bagi pelestarian budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Dengan pengelolaan yang tepat dan dukungan berbagai pihak, Gebong Memarong berpotensi besar menjadi salah satu arah baru perkembangan wisata budaya di Bangka.
Potensi Wisata Budaya yang Besar
Gebong Memarong memiliki potensi untuk menjadi daya tarik wisata budaya di Bangka. Keunggulan yang dapat menjadi potensi wisata budaya diantaranya adalah nilai sejarah dan budaya yang kuat.
Saat ini masyarakat di Dusun Air Abik masih menjaga dan melindungi budaya, ada beberapa penduduk di sana yang masih menganut kepercayaan (belum memiliki agama). Dukungan masyarakat sekitar yang masih menjaga tradisi, lingkungan di sekitar Gebong Memarong yang asri didesain sedemikian rupa sehingga hampir mirip dengan perkampungan masyarakat zaman dahulu.
Selain itu kehadiran Gebong Memarong menjadi peluang ekonomi bagi warga lokal. Beragam tradisi, seni, dan budaya ada didalamnya, selain itu ada produk khas budaya yang bisa dikelola seperti pengrajin anyaman tikar, kopiah resam, sumpet, keruntong, gantungan kunci khas, dan kerajinan lainnya. Melalui pengelolaan yang tepat, tempat ini bisa menjadi salah satu ikon wisata budaya yang menarik dan edukatif.
Peran Pemuda Sangat Penting
Isu terpenting dalam pengembangan dan pelestarian wisata budaya adalah regenerasi. Budaya hanya bisa bertahan dan akan berkembang jika dipelajari dan diteruskan oleh generasi muda. Karena itu, pemuda setempat mempunyai peran penting dalam keberlangsungan wisata budaya Gebong Memarong.
Agar Gebong Memarong tetap hidup dan berkembang, peran pemuda Dusun Air Abik sangat dibutuhkan. Ada beberapa peran penting yang bisa dilakukan pemuda: Pertama, menjadi pemandu wisata, pemuda setempat bisa menjadi tour guide yang menjelaskan sejarah rumah memarong, fungsi bangunan, dan nilai-nilai budaya yang terkandung didalamnya, serta menjelaskan adat istiadat masyarakat Lom.
Hal tersebut akan membuat wisatawan lebih paham dan menikmati kunjungan mereka, karena dijelaskan oleh orang yang paham.
Kedua, melakukan promosi melalui media sosial. Saat ini media sosial adalah media yang paling mudah untuk terhubung ke dunia luas, dengan memanfaatkan media sosial, pemuda bisa membuat konten yang menarik tentang Gebong Memarong melalui Instagram, TikTok, dan YouTube. Promosi digital sangat efektif untuk memperkenalkan tempat wisata ke masyarakat luas dengan biaya yang murah dan efektif.
Ketiga, mengadakan kegiatan budaya pada even-even tertentu. Pemuda bisa mengadakan pelatihan, pertunjukan seni, diskusi masalah budaya, atau acara budaya kecil di area Gebong Memarong agar suasananya selalu hidup dan aktif.
Kehadiran Gebong Memarong tidak hanya menjaga budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Warga yang menjadi pengrajin lokal dapat menjual hasil kerajinan kepada wisatawan.
Dengan begitu, masyarakat mendapat tambahan penghasilan dari kegiatan wisata. Salah satu aset wisata sekaligus ekonomi yang bisa dikembangkan oleh masyarakat bersumber dari bahan sumber daya alam yang berbasis kearifan lokal, yaitu produk-produk anyaman tikar, kopiah resam, sumpet, keruntung, tanggok, sauki, dan lainnya yang memiliki nilai jual yang baik jika dikemas dengan rapi dan dipromosikan dengan baik.
Strategi Pengembangan ke Depan
Agar Gebong Memarong semakin dikenal dan berkembang, beberapa strategi yang bisa dilakukan. Pertama, memperkuat promosi dan identitas budaya, menjelaskan cerita dan makna rumah memarong kepada pengunjung. Kedua, meningkatkan fasilitas dasar seperti tempat parkir, toilet, ruang informasi, dan tempat istirahat. Ketiga, pelatihan bagi masyarakat, melatih pemuda menjadi pemandu wisata dan melatih pengrajin membuat produk yang lebih bernilai jual.
Keempat, kerja sama dengan pemerintah dan swasta agar pengembangan wisata lebih terarah dan berkelanjutan. Kelima, mengoptimalkan media sosial untuk menjangkau lebih banyak orang, terutama generasi muda.
Gebong Memarong bukan hanya bangunan adat, tetapi sebagai ruang belajar, pusat pelestarian budaya dan peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat Dusun Air Abik.
Dengan peran aktif masyarakat, terutama pemuda, Gebong Memarong dapat menjadi arah baru bagi wisata budaya di Bangka.
Pelestarian budaya bukan hanya tentang mempertahankan tradisi lama, tetapi bagaimana membuatnya tetap relevan dan bermanfaat bagi generasi sekarang.
Gebong Memarong adalah contoh nyata bahwa budaya lokal dapat hidup, berkembang, dan memberikan manfaat bagi masyarakat jika diberi perhatian dan strategi yang tepat.







