Kebijakan Baru 2027 Disorot, Masyarakat Khawatir Harga Sawit Semakin Terpuruk

by -6 views

http://JURNALSIBER.COM (PANGKALPINANG) — Penurunan harga kelapa sawit yang terjadi belakangan ini mulai memicu keresahan di tengah masyarakat Bangka Belitung.

Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh para petani sawit, sopir angkutan, buruh bongkar muat, hingga pekerja harian yang selama ini menggantungkan penghasilan dari sektor perkebunan sawit.

Selain harga yang terus mengalami penurunan, masyarakat juga menyoroti adanya pembatasan kuota yang dinilai turut mempengaruhi anjloknya harga sawit di tingkat petani.

Situasi ini dikhawatirkan akan semakin memperberat beban ekonomi masyarakat kecil apabila tidak segera mendapat perhatian serius dari pemerintah maupun pihak terkait.

Sejumlah petani mengaku mulai kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga akibat harga sawit yang tidak stabil. Tidak sedikit pula yang mengeluhkan tingginya biaya perawatan kebun dan operasional sehari-hari yang kini tidak sebanding dengan hasil penjualan panen sawit.

Masyarakat berharap kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang mulai diberlakukan pada 1 Januari 2027 nantinya tidak dijadikan alasan oleh pihak tertentu untuk semakin menekan harga sawit milik masyarakat. Sebab dampak terbesar dari kondisi tersebut justru dirasakan langsung oleh para petani kecil yang menjadi salah satu penopang ekonomi daerah.

Di tengah kondisi ekonomi yang mulai dirasakan berat, masyarakat Bangka Belitung juga meminta Ketua DPRD Babel, Wakil Ketua DPRD Babel, serta Ketua Persindo untuk turun langsung mendengar keluhan masyarakat dan memperjuangkan nasib para petani sawit di daerah.

Masyarakat berharap ada langkah nyata dan solusi konkret agar harga sawit kembali stabil serta kebijakan kuota yang dianggap memberatkan masyarakat dapat dievaluasi kembali.

Mereka juga meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait melakukan pengawasan terhadap perusahaan maupun pabrik kelapa sawit agar tidak semena-mena menurunkan harga ataupun membatasi penerimaan hasil panen masyarakat.

Menurut sejumlah warga, apabila kondisi ini terus berlanjut tanpa perhatian serius dari pemerintah dan para wakil rakyat, maka dikhawatirkan akan berdampak luas terhadap perekonomian masyarakat Bangka Belitung secara keseluruhan.

Masyarakat berharap para pemimpin daerah tidak hanya hadir saat momentum politik dan kampanye, namun juga hadir ketika rakyat sedang menghadapi kesulitan ekonomi akibat anjloknya harga sawit yang terjadi saat ini. (Herwandi KBO Babel) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.