
BANGKA BELITUNG, JurnalSiber — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bangka terus mematangkan persiapan jelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Bangka Belitung yang akan digelar pada November mendatang.
Rangkaian persiapan intensif tersebut dikonfirmasi langsung oleh jajaran pengurus dalam sesi wawancara yang berlangsung hari ini, Kamis (9/7/2026), bertempat di Kantor KONI Bangka.
Meski dihadapkan pada tantangan efisiensi anggaran daerah, KONI Bangka tetap optimis dan memasang target tinggi untuk keluar sebagai juara umum.
Ketua Pelatda KONI Bangka, Budi Firmansyah, mengungkapkan, serangkaian tahapan persiapan sejatinya telah berjalan secara terstruktur sejak awal April lalu melalui pembentukan kepanitiaan Pelatda.
Hingga saat ini pihak Pelatda telah mengeksekusi beberapa program utama, termasuk pelaksanaan tes fisik umum serta tes kesehatan yang diwajibkan bagi seluruh atlet yang disiapkan menuju porprov.
“Kita mempersiapkan total 26 cabang olahraga (cabor) untuk ajang Porprov ini. Selain latihan rutin, kami dari Pelatda juga laksanakan monitoring serta evaluasi berkala secara langsung ke setiap tempat latihan per cabor,” ujar Budi saat ditemui di Kantor KONI Bangka.
Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa dalam rapat evaluasi yang digelar setiap satu hingga dua bulan sekali, pihaknya melakukan pemetaan yang sangat detail.
Pelatda meminta kejelasan target dari setiap pengurus cabang (pengcap), mulai dari target per nomor pertandingan hingga melacak langsung nama-nama atlet yang akan diterjunkan. Langkah ini diambil agar parameter keberhasilan tim menjadi lebih terukur.
Pihak Pelatda juga memberikan perhatian dan penekanan khusus bagi sejumlah cabor yang intensitas latihan mingguan atletnya dinilai masih kurang agar performa mereka bisa digenjot maksimal sebelum Pelatda berakhir pada Oktober mendatang.
Senada, Ketua Umum KONI Bangka, Samsul Maulana, membenarkan dinamika porprov kali ini akan terasa sedikit berbeda akibat keterbatasan anggaran yang sedang dialami oleh daerah.
Berkaitan dengan hal itu, pengurus KONI Bangka telah menyosialisasikan situasi ini secara terbuka kepada pelatih, atlet, hingga pengurus cabor mengenai penyesuaian fasilitas yang akan diterima dibandingkan porprov sebelumnya.
Namun, Samsul menegaskan, keterbatasan finansial ini tidak boleh menyurutkan mental bertanding.
Sebaliknya, situasi ini justru jadi tantangan besar bagi seluruh kontingen Kabupaten Bangka untuk membuktikan bahwa mereka mampu menembus keterbatasan tersebut.
KONI Bangka sendiri secara konkret membidik sekitar 80 medali emas demi bisa mengamankan predikat juara umum secara mutlak.
“Kuncinya itu kebersamaan, kekompakan, dan transparansi dalam setiap kegiatan. Kami menargetkan sukses di dua lini sekaligus. Pertama, sukses prestasi dengan membawa pulang piala juara umum. Kedua, sukses administrasi, yang seluruh anggaran dipertanggungjawabkan secara benar, selektif, dan akuntabel sesuai dengan RAB dan NPHD dana hibah yang telah disepakati,” tegas Samsul di lokasi yang sama.
Guna mengantisipasi ketatnya anggaran, Samsul menambahkan, KONI Bangka juga terus berikhtiar secara eksternal untuk mencari dukungan dari pihak ketiga maupun pihak swasta yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kemajuan dunia olahraga di Kabupaten Bangka.
Dukungan tambahan ini diharapkan mampu menutupi pos-pos kebutuhan kontingen yang belum sepenuhnya terpenuhi oleh anggaran daerah.
Mengenai dukungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka dan jajaran Forkopimda, Samsul menyatakan apresiasi yang tinggi atas komunikasi yang berjalan maksimal selama ini.
Dalam laporannya kepada kepala daerah beberapa waktu lalu, pihak Pemkab Bangka berkomitmen penuh untuk memerhatikan kesejahteraan para patriot olahraga.
Bupati, kata Samsul, memastikan bahwa nilai bonus teruntuk para atlet dan pelatih peraih medali nanti tidak akan dikurangi, namun minimal akan disetarakan dengan besaran bonus pada ajang porprov sebelumnya.







