http://Jurnalsiber.com (PANGKALPINANG) – Lamban. Itu kesan yang mencuat dari penanganan kasus dugaan pengeroyokan brutal terhadap Why (27), kurir JNT warga Gang Nipah IV, Pasir Putih, Bukit Intan, Pangkalpinang. Hampir sepekan laporan polisi dibuat, 8 terduga pelaku pengeroyokan belum satu pun ditahan.
Kasus ini teregister resmi di SPKT Polresta Pangkalpinang dengan Nomor: LP/B/648/IX/2026/SPKT/POLRESTA PANGKALPINANG, Sabtu (19/9/2026) pukul 11.05 WIB. Namun hingga Jumat (25/9/2026) malam, korban dan keluarga mengaku hanya mendapat keheningan dari penyidik.

Tidur di Teras Pacar, Dihajar Massa
Peristiwa bermula Sabtu (19/9/2026) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Korban Why sedang tertidur di teras rumah pacarnya, SC (34) di Gang Gurame, Kelurahan Gabek I, Kecamatan Gabek.
“Pagi itu adik saya sedang tertidur di teras rumah pacarnya. Tiba-tiba datang sejumlah warga dan langsung memukul adik saya,” ungkap Nov (35), kakak kandung korban.
Why sempat menelepon Nov minta pertolongan. Nov yang datang ke TKP syok melihat adiknya sudah berdarah-darah.
“Ketika saya tiba, saya kaget lihat adik saya wajahnya berdarah dan babak belur dikelilingi warga seperti tawanan,” kata Nov.
Awalnya Nov mengira adiknya bikin masalah. Setelah ditelusuri, Why justru korban pengeroyokan.
Diduga Cemburu, Dipukul Pakai Helm, Disiapkan Karung dan Tali
Why menyebut mengenali para pelaku. Dari 8 orang, satu diantaranya adalah Ud (49), mantan suami SC, dan Wa (45), kakak kandung SC sendiri.

“Pelakunya mantan suami pacar saya dan kakak kandung pacar saya ikut mengeroyok,” tegas Why.
Why mengaku tidur di teras bukan kemauannya, melainkan permintaan SC yang takut sering diintip orang saat tidur malam. SC sendiri sudah resmi cerai dari Ud lebih dari setahun, dan baru 4 bulan berpacaran dengan Why.
Motif diduga cemburu. Ud diduga sebagai otak pengeroyokan.
Why mengaku dihajar membabi buta. Ud terlihat memukul menggunakan helm. Lebih mengerikan, di lokasi Why menemukan gulungan tali tambang yang sudah diikat di karung, diduga untuk mengikat dirinya.
“Untung keburu Ketua RT datang, kalau tidak entah apa yang terjadi. Kondisi saya sudah babak belur,” ujar Why.
Akibatnya, pelipis kiri dan kanan Why robek dan harus dijahit di RS Bakti Timah Pangkalpinang.

Tak hanya Why, SC juga mengaku menjadi korban. Ia diduga dipukul oleh kakak kandungnya Wa menggunakan raket nyamuk listrik. SC pun melapor terpisah ke Polresta.
Keluarga Tagih Janji Polisi: Visum Ada, Kenapa Tak Ditahan?
Inilah yang memicu kekecewaan keluarga. Alat bukti visum sudah ada, korban sudah dimintai keterangan, saksi ada, terduga pelaku jelas.
“Sudah hampir seminggu lebih belum ada kabar penahanan. Kami sangat kecewa terhadap kinerja penyidik. Hasil visum sudah ada, adik saya sudah dimintai keterangan,” sesal Nov.
Korban berharap kasusnya tidak berhenti di meja laporan.
“Saya harap polisi usut tuntas. Saya ingin kasus ini terus berlanjut ke proses hukum,” harap Why.
Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Pangkalpinang AKP Ogan Arif Teguh Imani hingga berita ini diturunkan masih dalam upaya konfirmasi, termasuk para pihak terlapor.
Catatan Redaksi: Sesuai UU Pers No 40 Tahun 1999, redaksi memberi ruang hak jawab dan klarifikasi berimbang kepada Polresta Pangkalpinang, Kasat Reskrim, serta pihak terlapor Ud dan Wa.(JS/KBO BABEL)







