Petani Sawit Desa Gudang Menjerit: Harga Naik, Kuota Pabrik Justru Membatasi

by -16 views

http://JURNALSIBER.COM (DESA GUDANG- KECAMATAN SIMPANG RIMBA) – Kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit yang terjadi belakangan ini seharusnya menjadi kabar menggembirakan bagi para petani.

Namun kenyataan di lapangan justru berbeda. Para petani sawit di Desa Gudang, Kecamatan Simpang Rimba, mengeluhkan terbatasnya kuota penerimaan buah di pabrik sehingga hasil panen mereka harus menunggu hingga dua hari sebelum dapat dikirim.

Kondisi tersebut menimbulkan keresahan di kalangan petani. Pasalnya, buah sawit yang sudah dipanen idealnya segera dikirim ke pabrik agar kualitasnya tetap terjaga. Semakin lama menunggu, semakin besar risiko penurunan kualitas buah yang berpotensi mengurangi nilai jual dan pendapatan petani.

Reporter KBO Babel melakukan pengecekan langsung ke lapangan dan mendapatkan informasi dari sejumlah petani bahwa antrean pengiriman buah sawit memang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Beberapa petani mengaku terpaksa menunda pengiriman hasil panen karena belum mendapatkan kuota masuk pabrik. Akibatnya, buah sawit yang telah dipanen harus menunggu lebih lama di tempat penampungan sebelum dapat diangkut.

Masyarakat mempertanyakan mengapa saat harga sawit sedang mengalami kenaikan, justru kuota penerimaan buah di pabrik sangat terbatas. Akibatnya, antrean kendaraan pengangkut sawit semakin panjang dan petani harus bersabar menunggu giliran untuk menjual hasil panennya.

Para petani berharap pemerintah daerah, dinas perkebunan, serta pihak perusahaan dapat segera turun tangan mencari solusi. Salah satu langkah yang dinilai perlu dilakukan adalah evaluasi terhadap sistem kuota penerimaan buah, penambahan kapasitas penerimaan TBS, serta pengaturan jadwal yang lebih baik agar tidak terjadi penumpukan buah di tingkat petani.

Jika persoalan ini tidak segera mendapat perhatian, maka dikhawatirkan kerugian yang dialami petani akan semakin besar. Kenaikan harga sawit tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila hasil panen sulit masuk ke pabrik karena keterbatasan kuota.

Masyarakat Desa Gudang berharap pemerintah dapat menjadi penengah dan mencari solusi terbaik demi melindungi kepentingan petani sawit yang selama ini menjadi salah satu penopang perekonomian daerah. Para petani juga meminta adanya pengawasan terhadap sistem penerimaan buah agar berjalan adil, transparan, dan tidak merugikan masyarakat kecil.(HERWANDI /KBO BABEL) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.