PT BBBS Paparkan Roadmap Hilirisasi Slag BTI, Dorong Investasi, PAD, dan Ekosistem Industri Mineral Bangka Belitung

by -8 views

Jurnalsiber.com, Pangkalpinang – Polemik yang berkembang terkait pemindahan slag (limbah terak timah) dari gudang PT Bangka Tin Industry (BTI) di Kawasan Industri Jelitik, Sungailiat, menuju gudang sementara milik BUMD PT Bumi Bangka Belitung Sejahtera (BBBS) di kawasan Pantai Pasir Padi, Kota Pangkalpinang, akhirnya memperoleh official clarification (penjelasan resmi) dari Direktur Utama PT BBBS, H. Eka Mulia Putra, Rabu (8/7/2026).

Dalam keterangannya kepada jurnalis Bangka Belitung, Eka Mulia Putra menegaskan bahwa seluruh tahapan perolehan slag dilaksanakan melalui mekanisme hibah yang memiliki strong legal standing (landasan hukum yang kuat) dengan mengedepankan prinsip compliance (kepatuhan terhadap peraturan), transparency (keterbukaan), dan accountability (akuntabilitas atau pertanggungjawaban), sehingga seluruh proses berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ia memastikan tidak terdapat transaksi jual beli maupun bentuk commercial partnership (kemitraan komersial) dalam proses pengalihan material tersebut.

Menurutnya, pada April 2026 PT BBBS secara resmi mengajukan permohonan hibah sebanyak 2.000 ton slag yang tersimpan di gudang PT BTI. Permohonan tersebut kemudian memperoleh persetujuan pada Mei 2026 sehingga seluruh proses penyerahan memiliki clear legal framework (kerangka hukum yang jelas), documented procedure (prosedur yang terdokumentasi), serta memenuhi prinsip Good Corporate Governance (GCG) (tata kelola perusahaan yang baik).

“Dengan demikian, perolehan slag tersebut sepenuhnya melalui mekanisme hibah. Tidak ada transaksi jual beli ataupun bentuk kerja sama komersial lainnya,” ujar Eka.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa slag tersebut tidak diposisikan sebagai komoditas perdagangan, melainkan sebagai strategic asset (aset strategis) yang akan dimanfaatkan untuk kegiatan Research and Development (R&D) (penelitian dan pengembangan), technology assessment (kajian teknologi), dan resource optimization (optimalisasi sumber daya) guna mengidentifikasi potensi kandungan mineral bernilai ekonomis yang masih tersimpan di dalam limbah terak tersebut.

Menurut Eka, langkah tersebut merupakan bagian dari long-term corporate strategy (strategi jangka panjang perusahaan) dalam mendukung percepatan hilirisasi mineral berbasis inovasi, teknologi, dan value creation (penciptaan nilai tambah). Melalui pendekatan ilmiah dan riset terukur, perusahaan berharap dapat menghasilkan processing technology (teknologi pengolahan) yang mampu meningkatkan added value (nilai tambah) sekaligus memperluas pemanfaatan slag yang selama ini belum dioptimalkan.

Sebagai bagian dari long-term investment roadmap (peta jalan investasi jangka panjang), PT BBBS juga tengah mempersiapkan pengembangan fasilitas slag processing smelter (smelter pengolahan slag) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan menggandeng strategic investors (investor strategis) yang memiliki kompetensi di bidang pengolahan mineral. Seluruh proses investasi tersebut akan dilaksanakan berdasarkan prinsip legal compliance (kepatuhan hukum), environmental sustainability (keberlanjutan lingkungan), business integrity (integritas bisnis), serta Good Corporate Governance (GCG) (tata kelola perusahaan yang baik).

Menanggapi berbagai spekulasi mengenai kemungkinan slag tersebut akan dikirim ke luar negeri, Eka membantah isu tersebut secara tegas.

“Tidak terdapat rencana pengiriman slag ke luar negeri,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa orientasi utama PT BBBS adalah membangun downstream industry ecosystem (ekosistem industri hilir) di Bangka Belitung sehingga seluruh potensi sumber daya yang masih memiliki nilai ekonomis dapat diolah di daerah sendiri. Dengan demikian, economic multiplier effect (efek berganda terhadap perekonomian) yang dihasilkan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat maupun pemerintah daerah.

Menurutnya, pembangunan industri pengolahan slag merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan sustainable industrial development (pembangunan industri yang berkelanjutan), memperkuat regional competitiveness (daya saing daerah), serta mendorong transformasi ekonomi menuju industri mineral yang memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global.

Selain berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), pembangunan fasilitas pengolahan slag diyakini mampu menciptakan new job opportunities (peluang kerja baru), menarik new investment inflow (arus investasi baru), memperkuat industrial supply chain (rantai pasok industri), meningkatkan local content value (nilai kandungan lokal), sekaligus mempercepat pertumbuhan sektor hilirisasi mineral sebagai salah satu key economic driver (penggerak utama pertumbuhan ekonomi) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Melalui penjelasan tersebut, PT BBBS berharap masyarakat memperoleh informasi yang utuh, objektif, dan berimbang mengenai proses pemindahan slag dari gudang PT BTI menuju gudang sementara milik perusahaan. Perseroan menegaskan bahwa seluruh tahapan kegiatan dilaksanakan berdasarkan prinsip integrity (integritas), transparency (keterbukaan), professionalism (profesionalisme), dan best business practice (praktik bisnis terbaik) sebagai fondasi dalam mewujudkan sustainable growth (pertumbuhan yang berkelanjutan) bagi industri hilirisasi mineral di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (Red/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.