http://Jurnalsiber.com (Bandar Lampung) – Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (UNMUH Babel) terus memperkuat kapasitas komunikasi kelembagaan melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang kehumasan.
Komitmen tersebut diwujudkan dengan mengutus Sukma Wijaya, Kepala Bagian Humas dan Protokol UNMUH Babel, mengikuti kegiatan Penguatan Pengelolaan Humas dan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) pada Perguruan Tinggi di Lingkungan LLDIKTI Wilayah II Tahun 2026 yang digelar di Emersia Hotel & Resort, Bandar Lampung, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan perguruan tinggi di bawah koordinasi LLDIKTI Wilayah II sebagai upaya meningkatkan kapasitas pengelolaan humas sekaligus memperkuat implementasi keterbukaan informasi publik yang efektif, transparan, dan akuntabel.
Mewakili Kepala LLDIKTI Wilayah II, Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah II, Fansyuri Dwi Putra, S.E., M.Si., menegaskan bahwa humas perguruan tinggi kini memegang peran strategis sebagai wajah institusi di ruang publik.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi dan tingginya ekspektasi masyarakat menuntut setiap perguruan tinggi memiliki tata kelola komunikasi yang profesional, adaptif, serta berlandaskan prinsip keterbukaan informasi publik.
Karena itu, peningkatan kapasitas insan humas menjadi investasi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat reputasi perguruan tinggi.
Pada sesi pertama, Dinna Handini, S.Sos., M.Ikom., Pranata Humas Ahli Muda Kemdiktisaintek RI, memaparkan strategi penguatan pengelolaan humas di lingkungan perguruan tinggi.
Ia menekankan pentingnya membangun sistem komunikasi yang terencana, berbasis data, adaptif terhadap perkembangan media digital, serta mampu menghasilkan narasi positif yang mencerminkan kinerja dan kontribusi nyata perguruan tinggi kepada masyarakat. Kompetensi tersebut menjadi fondasi utama dalam meningkatkan daya saing dan kredibilitas institusi perguruan tinggi.
Sementara itu, Dr. Hery Kurniawan, M.Ikom. Dewan Pakar PERHUMAS, melalui materi bertajuk “Reputation Matters: Building Trust Through Strategic Public Relations & Crisis Communications for Universities”, menegaskan bahwa reputasi merupakan aset paling berharga bagi sebuah perguruan tinggi. Kepercayaan publik, menurutnya, dibangun melalui komunikasi yang strategis, hubungan media yang baik, kesiapan menghadapi krisis, serta konsistensi dalam menyampaikan nilai dan kinerja institusi.
Materi ini menjadi bekal penting dalam memperkuat kompetensi insan humas Perguruan Tinggi Swasta (PTS), agar tidak hanya mampu mempublikasikan kegiatan kampus, tetapi juga mengelola reputasi institusi secara profesional, menjaga kepercayaan publik, dan menghadirkan komunikasi yang berdampak di tengah persaingan pendidikan tinggi yang semakin dinamis.
Pada sesi kedua, Dery Hendryan, S.H., S.IP., M.H., C.Med., Sp.AP., Kes., Komisioner Komisi Informasi Pusat RI, menyampaikan materi mengenai implementasi Keterbukaan Informasi Publik (KIP) di lingkungan perguruan tinggi.
Ia menegaskan bahwa keterbukaan informasi bukan hanya kewajiban administratif, tetapi merupakan bagian dari tata kelola perguruan tinggi yang baik (good university governance). Perguruan tinggi dituntut mampu menyediakan informasi yang cepat, akurat, mudah diakses, serta sesuai dengan ketentuan perundang-undangan sehingga mampu meningkatkan akuntabilitas dan kepercayaan masyarakat.
Usai mengikuti kegiatan, Sukma Wijaya mengatakan bahwa forum tersebut memberikan perspektif baru dalam memperkuat peran humas perguruan tinggi di era digital. Menurutnya, humas saat ini tidak cukup hanya menjadi penyampai informasi, tetapi harus mampu menjadi pengelola reputasi institusi yang bekerja secara strategis, berbasis data, dan siap menghadapi dinamika komunikasi publik.
“Forum ini membuka wawasan kami bahwa keberhasilan humas perguruan tinggi tidak lagi diukur dari banyaknya publikasi yang dihasilkan, tetapi dari kemampuan membangun kepercayaan publik dan menjaga reputasi institusi secara berkelanjutan.Materi yang disampaikan para narasumber sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi humas PTS saat ini. Insyaallah berbagai praktik baik yang diperoleh akan kami implementasikan untuk memperkuat strategi komunikasi, meningkatkan kualitas layanan informasi publik, serta semakin mengokohkan citra Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung sebagai perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan terpercaya,” ujar Sukma.
Keikutsertaan UNMUH Babel dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen institusi untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola kehumasan, memperkuat budaya keterbukaan informasi publik, serta membangun reputasi perguruan tinggi yang unggul, profesional, dan berdaya saing.
Sejalan dengan semangat transformasi pendidikan tinggi, humas diharapkan tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga menjadi motor penggerak kepercayaan publik terhadap institusi. (JS/KBO BABEL)







